UTUSANINDO.COM, KEEROM- Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia (Perdhaki) melalui Sub-Sub Recipient (SSR) Dekenat Kabupaten Keerom menggelar pelatihan Kader Juru Malaria Desa (JMD).
Kegiatan berlangsung di Hotel Grande Arso II, Distrik Arso, Senin (14/9/2026). Sebanyak 30 kader malaria baru dari berbagai kampung di Kabupaten Keerom mengikuti pelatihan tersebut.
Pelatihan JMD ini berlangsung selama 5 hari, mulai hari Senin hingga hari Jumat nanti.
Ketua SR PWK 1 Jayapura, Erhardus Desa menjelaskan pelatihan JMD merupakan kegiatan rutin Perdhaki untuk memperkuat jejaring pemberantasan malaria di tingkat desa.
“Tahun ini kami melatih lagi 30 kader baru di Kabupaten Keerom agar semakin mempercepat eliminasi malaria,” ujarnya.
Ia menyebut angka kasus malaria di Kabupaten Keerom masih terbilang tinggi.
“Kita tahu angka terkena penyakit malaria di Keerom masih terbilang tinggi. Tentu kami dari Perdhaki juga turut serta membantu pemerintah daerah dalam menangani penyakit malaria,” jelasnya.
Hardus Desa mengakui, kegiatan Perdhaki Keerom didanai oleh lembaga dunia yakni Global Fund untuk mendukung program eliminasi malaria di wilayah perbatasan.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Keerom.
“Kami juga bersyukur selama ini Pemkab Keerom menyambut baik keterlibatan Perdhaki,” katanya.
Materi pelatihan mencakup pengenalan gejala malaria, cara pengambilan sampel darah, penggunaan RDT, pencatatan dan pelaporan, serta strategi penyuluhan kepada masyarakat.
Staf Ahli, mewakili Bupati Keerom, Wawan Hidayat Wanma menyampaikan apresiasi atas peran Perdhaki dan Gereja Katolik dalam membantu pemerintah Kabupaten Keerom mengeliminasi malaria.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan lembaga lainnya sangat dibutuhkan untuk menekan malaria di daerah perbatasan.
Pemkab Keerom berkomitmen mendukung penuh kegiatan kader JMD.(Nic)












