Papua.Utusanindo.com.KEEROM,-Hari jadi Kabupaten Keerom Ke-23 Tahun dilakukan secara meriah di wilayah perbatasan Negara Papua New Guinea (PNG ).

Puncak acara HUT Keerom yang dilaksanakan di halaman kantor Distrik Arso Timur pada minggu ( 12/4/26 ) dihadiri ribuan masyarakat Keerom.
Acara puncak itu juga dihadiri langsung oleh Plt. Sekda Provinsi Papua, Christian Sohilait, S.T.,M.Si., mewakili Gubernur Papua, Mathius D Fakhiri.
Tema HUT kali ini Pemkab Keerom mengusung tema ‘ TAKUT AKAN TUHAN MEMBAWA KEEROM HEBAT ‘. Tema ini tentu merupakan suatu refleksi panjang perjalanan Kabupaten Keerom dari tahun ke tahun hingga hari ini berusia 23 tahun.
23 tahun Kabupaten Keerom berdiri, sudah banyak mengalami perubahan dan kemajuan. Kemajuan paling signifikan terjadi di pemerintahan Piter Gusbager mulai dari pendidikan, kesehan, ekonomi, pertanian dan sektor lainnya.
Meski begitu, di periode ke 2 kepemimpinanya, Piter Gusbager terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam rangka pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Keerom.
Moment HUT ini, Bupati menyerahkan bantuan operasional roda 2 bagi sekolah SMP N Yetty, SD N Bias, SD N Ampas, dan bantuan roda 2 bagi penjaga sekolah SD N Amyu.
Di bidang kesehatan, Bupati juga menyerahkan 1 unit mobil ambulance dan 1 unit Pusling Perairan bagi Puskesmas Kaisenar, 1 unit mobil jenazah bagi RSUD Kwaingga, 1 unit mobil jenazah Puskesmas Waris, dan 1 unit ambulance bagi puskesmas Milki.
Juga bantuan kendaraan roda 2 bagi Puskesmas Yaffi, Puskesmas Ubrub, Puskesmas Arso Barat, Puskesmas Towe, Puskesmas Arso 3, Puskesmas Arso Kota.
Selain itu, Bupati 2 Periode itu juga telah melaunching pembangunan Kantor Distrik baru, dan pembangunan Pos Lintas Batas RI-PNG di Paitenda, Waris yang telah disetujui oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan akan segera dibangun.
Kesempatan itu, Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP., mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang antusia menghadiri HUT Keerom ke 23 Tahun di Distrik Arso Timur.
Ia menjelaskan bahwa dirinya akan terus berkomitmen membangun Keerom dari alang-alang raya Distrik Skanto hingga Distrik Towe dan mewujudkan pemerataan pembangunan.
Di bidang petanian, saat ini ia fokus menjalankan program Cetak Sawah Rakyat dengan luas lahan yang disiapkan 18.000 hektar tersebar di Distrik Senggi, Arso Timur, Skanto dan Arso Barat dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, Keerom telah disiapkan sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua, selain sebagai kabupaten penyangga pangan, tentu juga bertujuan agar Keerom menjadi Kabupaten yang mandiri baik di sektor ekonomi dan lainnya.
Piter Gusbager berharap masyarakat Keerom bersatu mendukung program pemerintah agar Kabupaten di wilayah perbatasan ini bisa maju sama dengan daerah lain.
Ia juga berpesan agar hindari hal-hal negatif seperti miras, narkoba dan ganja yang dapat merusak masa depan anak-anak Keerom.(nic)












