Papua.Utusanindo.Com.KEEROM,-Pemerintah Kabupaten Keerom melalui Dinas Pertanian mengadakan Sosialisasi Peremajaan Sawit Rakyat ( PSR ) Tahun 2026.
Mewakili Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP., Sekda Keerom, Noak Wasanggai, S.Sos., hadir dan membuka secara resmi kegiatan sosialisasi PSR, Selasa ( 5/5/26 ) aula Bappeda.
Turut hadir Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua ( BP3OKP), Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Keerom, Marten Asmuruf, Apkasindo Papua, Anggota DPRP Papua, tokoh adat dan lainnya.
Pemkab Keerom melalui bidang perkebunan sedang memacu proses usulan dan perencanaan untuk mencapai target peremajaan lahan yang produktif.
Rincian progres usulan PSR yang sedang berjalan diantaranya, kampung Bagia seluas 162 hektar, kampung Wonorejo seluas 248 hektar, kampung Traimelyan seluas 59 hektar dan kampung Naramben seluas 63 hektar. Sehingga total yang diusulkan seluas 532 hektar.
Bupati Keerom dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekda Keerom mengatakan saat ini rata-rata usia sawit di Keerom sudah tidak produktif bahkan banyak yang sudah mati, untuk itu harus dilakukan peremajaan kembali.
” Program PSR ini bukan hanya sekedar mengganti yang lama dengan bibit yang baru tetapi ini bagian dari investasi masa depan Kabupaten Keerom”, ungkapnya.
PSR ini bertujuan meningkatkan produktivitas lahan tanpa harus membuka hutan baru, menjamin keberlanjutan ekonomi keluarga petani sawit dan memperkuat kontribusi sektor perkebunan terhadap PAD Keerom.
Ia menegaskan bahwa kerja sama dan kordinasi harus dibangun antara Pemkab Keerom bersama BPN, DPRK Keerom, Apkasindo, koperasi, juga kepala kampung dan petani agar program PSR ini berjalan lancar.
” Pemkab Keerom berkomitmen untuk mengawal kelancaran PSR ini. Kami ingin melihat okonomi masyarakat Keerom kembali bergairah dan melihat kesejahteraan di kampung-kampung”, ujarnya.(nic)











