Papua.Utusanindo.Com.KEEROM,-Pemda Keerom gelar Misa Syukur HUT Keerom Ke-22 Tahun dan Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Keerom.
Acara Misa Syukur dihadiri oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP., dan Ketua PKK Keerom, Ny. Angela TH Frank Gusbager, ST., pada Sabtu (12/4/25 ) di gedung Pramuka Arso Swakarsa.


Misa Syukur yang di ikuti oleh umat asli se Paroki Arso tersebut di pimpin oleh P. Krispinus Bidi, SVD.

Usai kegiatan, Bupati Keerom dalam sambutannya mengucapkak terima kasih kepada semua umat beragama yang terus mendukung dan mendoakan pemerintah dan pembangunan di Keerom.
Tepat hari ini masyarakat Keerom merayakan ulang tahun ke-22. Usia 22 tahun ini merupakan usia yang sudah dewasa dan sudah harus mandiri.
Piter Gusbager juga menekankan akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak asli Keerom, karena pendidikan adalah satu-satunya jalan merubah kehidupan seseorang.
” Jika orang asli keerom ingin maju maka benahi sistem pendidikannya”, ungkapnya.
Sistem pendidikan harus dari hulu ke hilir, dari keluarga sampai ke lembaga pendidikan, juga lingkungan sekitar turut mempengaruhi keberhasilan pendidikan.
Untuk itu ia berpesan kepada orang asli keerom agar terus bicara pendidikan mulai dari dalam rumah, bicara bagaimana anak-anak Keerom ini maju dan berkembang.
” Saya ingin kita semua bicara pendidikan baik di rumah, di kombas, di gereja dan dimana saja”, tegasnya.
Menurutnya, lingkungan di Keerom belum begitu mendukung pendidikan, karena maraknya peredaran miras, ganja, judi dan penyakit sosial lainnya yang merembes ke anak-anak usia sekolah.
Hal itu merupakan tantangan gereja katolik di Keerom untuk berpikir menyelamatkan yang tersisah di atas tanah leluhurnya sendiri.
” Harapan saya, kekuarga, gereja, pemerintah dan adat bersatu selamatkan anak-anak asli Keerom”, ungkapnya.
Selain itu, Bupati PG juga menyampaikan persoalan kerusakan lingkungan yang terjadi di Keerom karena penambangan liar, ilegal loging dan lainnya.
Sehingga ia meminta agar orang asli Keerom tidak mudah memberikan ijin atau menjual tanah karena lingkungan mendukung keberhasilan pembangunan di Keerom.
” saya pesan kepada umat asli keerom, kepala suku, ondoafi berhenti jual tanah kepada pemilik modal dan pengusaha”, tegasnya.(nic)












