15 Ribu Hektar Lokasi CSR Di Keerom Siap Dikerjakan

Papua.Utusanindo.Com.KEEROM,-KEEROM -Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Kementerian Pertanian, Hermanto, bersama Bupati Keerom, Piter Gusbager, Rabu (22/4/2026), meninjau lokasi cetak sawah seluas 15.000 hektar di Kabupaten Keerom.

Lokasi cetak sawah yang disiapkan ini merupakan komitmen Pemkab Keerom dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan mewujudkan Visi Bupati Piter Gusbager menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan di tanah Papua.

Hermanto menegaskan bahwa pembukaan lahan sawah seluas 15.000 hektar ini tidak hanya berfokus pada pembersihan lahan (land clearing), melainkan melalui pendekatan sistematis yang mencakup infrastruktur pendukung secara menyeluruh.

Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada penyediaan infrastruktur hulu seperti pembangunan saluran irigasi yang memadai untuk menjamin ketersediaan air. Kemudian penyaluran bibit unggul, pupuk, serta alat dan mesin pertanian.

“Lahan setelah dicetak harus dipastikan bisa ditanam secara berkelanjutan. Kami meminta Pemerintah Kabupaten untuk mempersiapkan petani yang akan mengelola lahan tersebut agar memberikan kontribusi nyata bagi produksi pangan di Papua,” ungkapnya

Mengenai kepemilikan tanah, Hermanto maupun Bupati Gusbager memastikan bahwa proses ini telah berjalan sesuai kesepakatan dengan masyarakat adat.

“Tidak ada pengambilalihan lahan. Sawah yang dicetak oleh pemerintah akan diberikan sepenuhnya kepada masyarakat untuk dikelola oleh mereka sendiri,” ujar Hermanto.

Kemudian Bupati Keerom, Piter Gusbager, menyebutkan bahwa lokasi 15.000 hektar tersebut nantinya berada di wilayah adat yang meliputi Distrik Arso Timur – Mannem, Distrik Skanto – Arso Barat dan Distrik Senggi.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menuturkan proses Survey Investigation Design (SID) telah selesai dan urusan dengan pemilik ulayat sudah mencapai kesepakatan 100 persen.

“Pemerintah daerah saat ini sedang menyelesaikan prosedur administratif terkait “tali asih” atau kompensasi adat antar marga sebagai bentuk penghormatan terhadap tanah komunal,” ujar Bupati Gusbager.

Bupati dua periode itu mengatakan jika program cetak sawah ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat lokal. Ia menyebutkan proyek ini adalah solusi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan rumah tangga serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Selain pemenuhan kebutuhan konsumsi lokal agar Papua tidak lagi mendatangkan beras dari luar daerah, proyek ini memiliki target pasar internasional kedepannya.

“Beras dari Keerom direncanakan untuk kita diekspor juga ke PNG. Lokasi lahan kita hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari perbatasan negara, sehingga secara logistik sangat memungkinkan untuk mendukung kebutuhan pangan saudara-saudara kita di sana,” ujarnya.(nic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *