Papua.Utusanindo.Com.KEEROM,-Kunjungan Kerja ke Distrik Yaffi, Bupati Keerom terima usulan pemekaran kampung dan distrik dari masyarakat adat di wilayah perbatasan.
Ada 3 Distrik induk di wilayah perbatasan yang mulai mengusulkan pemekaran kampung dan Distrik yakni Distrik Yaffi, Distrik Web dan Distrik Towe. Pada Senin ( 30/6/24 )
Di hadapan Bupati Piter Gusbager, masyarakat yang hidup di wilayah perbatasan dengan PNG tersebut keluhkan pelayanan pemerintahan baik di bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan bidang lainnya.
Untuk itu, usulan pemekaran kampung dan Distrik tersebut di harapkan dapat menjawab kerinduan masyarakat akan pelayanan pemerintah di wilayah-wilayah terjauh dan berbatasan langsung dengan negara tetangga ( PNG ).
Moment itu Cornelis Watae mewakili masyarakat perbatasan meminta Bupati Keerom untuk mendorong usulan pemekaran dan meminta Anggota DPRK Keerom dapat membahasnya dalam rapat dewan.
Kesempatan itu, Bupati Keerom juga mengakui bahwa salah satu alasan tercapainya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Keerom ialah dengan pemekaran.
Ia menjelaskan bahwa Luas wilayah kabupaten Keerom kurang lebih 9.000 Km2 tidak sebanding dengan APBD Keerom yang begitu kecil. Hal itu tentunya belum bisa menjawab tantangan geografis, tantangan sosial-politik dan budaya di wilayah Keerom.
Hanya dengan pemekaran Kampung dan Distrik dapat membuka peluang untuk menambah dana DAU Kabupaten Keerom.
” Dana DAU Pemerintah Kabupaten Keerom sudah 15 tahun tetakhir mentok di 400 M maka dengan pemekaran kampung dan distrik dapat menaikan DAU”, ungkapnya.
Bupati Keerom itu juga menuturkan bahwa selain 3 distrik diatas, Distrik Arso, Arso Timur, Distrik Skanto, Distrik Senggi, Waris, dan Keisnar berpotensi dapat di mekarkan karena wilayahnya luas.(nic)












