Papua.Utusanindo.Com.KEEROM,-Tokoh-tokoh intelektual dari wilayah Perbatasan mengakui Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP., sebagai Bapak Reformasih dan bapak Pembangunan. Pada sabtu( 29/11/25 )
Pengakuan masyarakat adat dari wilayah perbatasan ini dikarenakan masa kepemimpiman Bupati Piter Gusbager selama 2 periode di Kabupaten Keerom dinilai sudah banyak keberhasilan yang dilakukan.
Ada 13 poin penting keberhasilan Bupati Piter Gusbager dalam kepemimpinannya yang dibeberkan oleh Dian Welip dan tokoh intelektual wilayah perbatasan.
1. kami mengapresiasi komposisi keterwakilan masyarakat adat di DPRK jalur pengangkatan ada 4 OAP.
2. sejarah baru orang Keerom mendapat kursi di DPRP Papua.
3. sejarah baru Bupati Keerom, Piter Gusbager pimpin 2 periode.
4. riak-riak kekuasaan di dinas badan hanya didominasi oleh segelintir orang, namun di kepemimpinan Bupati Piter Gusbager semua ASN memiliki hak yang sama dan mendapat jabatan.
5. adanya pemberdayaan Tokoh-tokoh perintis kabupaten Keerom untuk menduduki jabatan legislatif ( jalur pengangkatan ) di kabupaten dan Provinsi.
6. bantuan kendaraan untuk menunjang perekonomian masyarakat.
7. penerangan ( listrik ) di kampung-kampung di wilayah perbatasan, seperti dustrik Waris, Web, Yaffi ( saat ini sedang dikerjakan ).
8. pemekaran kampung dan distrik sudah mulai dipersiapkan.
9. pemberdayaan anak asli Keerom menduduki jabatan kepala distrik.
10. adanya program perumahan khusus tokoh masyarakat asli Papua.
11. program Formasih PPPK
12. Formasih CPNS
13. Bupati turun kampung, bahkan berjalan kaki ke kampung-kampung terjauh ( terisolir ) dan kampung perbatasan dengan PNG.
“Keberhasilan ini patut diapresiasi dan menjadikan Bupati Keerom, Piter Gusbager sebagai bapak reformasih birokrasi dan bapak pembangunan kabupaten Keerom”, ungkap Dian Welip.(nic)













