Papua.Utusanindo.Com.Bupati Keerom, Piter Gusbager menghadiri langsung Border Liaison Officer Meeting (BLOM) Republik Indonesia – Papua Nugini yang dilaksanakan di Wewak, Papua Nugini pada 3-5 November 2025.
Bupati PG mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, kedua negara sahabat akan menyamakan pikiran dan isu-isu yang menjadi kepentingan bersama.
“Kita tahu saat ini tantangan bangsa Papua Nugini maupun kami di Republik Indonesia sangat beragam dan sangat dinamis, untuk itu doa dan dukungan masyarakat dari
Indonesia dan negara pasifik sangat penting kita jalin terus,” ungkapnya pada Senin (3/11).
Bupati 2 periode itu juga akan membawa berbagai isu di Kabupaten Keerom yang berada di garis batas RI-PNG.
Secara khusus kami dari Kabupaten Keerom yang merupakan wilayah perbatasan, banyak sekali isu-isu. llegal entry misalnya, kemudian perdagangan gelap dan penyelundupan narkoba dan lain-lain. Ini menjadi isu paling penting.
Isu yang tidak kalah penting ialah mendorong pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Paitenda Distrik Waris.
“Pembangunan PLBN di Distrik Waris, Kabupaten Keerom sudah masuk dalam draf, semoga menjadi perhatian bapak Presiden Prabowo Subianto agar Kabupaten Keerom yang sudah diusulkan beberapa tahun lalu memiliki PLBN bisa terwujud,” tukasnya.
“Karena ini harapan masyarakat dan kami dari kawasan timur yang berbatasan dengan Papua Nugini,” tambahnya.
Dirinya juga melayangkan apresiasi tinggi kepada dukungan Konsulat Jendral RI, Gubernur Papua dan Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Provinsi Papua atas dukungan dalam kegiatan tersebut. (Nic)







