Bupati PG: Keerom Harus Bisa Swasembada Pangan

Papua.Utusanindo.Com.KEEROM,- visi besar Bupati Piter Gusbager untuk menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan di Provinsi Papua rupanya akan terwujud.

Hal itu ditandai dengan penanaman padi perdana program CSR seluas 210 Ha yang dilakukan oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP, di Kampung Wulukubun, Distrik Skanto, sabtu ( 24/1/26 ).

Hadir juga, Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango, Kepala Dinas Pertanian, Marten Asmuruf, Danyon TP 815/WGT Letkol Inf Syafiuddin Hasan, Kepala Distrik.

Program CSR seluas 210 Ha iniĀ  tersebar di beberapa kampung yang ada di Distrik Skanto dan Distrik Arso Barat.

Kampung Ifia-fia Distrik Arso Barat seluas 60 Ha, Kampung Jaifuri Distrik Skanto 80 Ha, Kampung Wulukubun Distrik Skanto 20 Ha, kampung Intaimelyan Distrik Skanto 20 Ha, kampung Arsopura Distrik Skanto 20 Ha, dan Kampung saefen 42 seluas 10 Ha.

Bupati PG dalam keterangannya menjelaskan bahwa di tahun 2025 Pemkab Keerom memprogram Cetak Sawah Rakyat ( CSR ) seluas 210 hektar dan di tahun 2026 seluas 2.120 hektar.

Untuk itu Piter Gusbager berharap program CSR seluas 210 hektar ini bisa berjalan lancarĀ  agar selanjutnya dapat membuka lagi CSR seluas 2.120 hektar di tahun 2026.

” di tahun 2026 ini kita juga akan melanjutkan membuka 2.120 hektar”, ungkapnya.

Bupati 2 periode itu komitmen ingin menjadikan Keerom sebagai lumbung pangan melalui komoditas palawija baik padi, jagung, ubi-ubian dan tanaman lokal lainnya termasuk sagu.

” visi besar kita ialah Keerom menjadi lumbung pangan di Provinsi Papua”, ujarnya.

Keerom harus bisa Swasembada Pangan karena ketahan pangan hari ini menjadi prioritas pembangunan nasional.

Sementara itu, Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango memberikan apsresiasi kepada Bupati Keerom yang telah memberikan perhatian di sektor pertanian.

Ia juga mendukung Bupati PG untuk bisa mewujudkan Keerom sebagai lumbung pangan di wilayah Provinsi Papua.

Kanisius Kango mengakui program Bupati Gusbager bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Keerom khususnya di sektor pertanian.

Selain itu, program CSR ini dapat membantu petani membuka lahan-lahan tidur yang selama ini belum diolah karena keterbatasan anggaran dan kendala lainnya.(nic).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *