310 Pelamar Ikuti Seleksi Kompetensi P3K, Ini Pesan Bupati Keerom

Papua.Utusanindo.com.KEEROM,-Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut.MUP., secara resmi membuka Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II Formasih Tahun 2024.

Sebanyak 310 pelamar mengikuti seleksi Kompetensi yang dilaksanakan selama 2 hari (19-20 ) di Sekolah SMK N 1 Arso. Senin ( 19/1/25 ).

Hadir juga Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Dr. Nur Hasan, S.Sos.,M.Adm.,SDA., Pj. Sekda Keerom, Drs. Stenly Moningka, M.Mpd., Kepala BKPSDM Keerom, Angelo B.PL Frank, SE., Ketua DPRK Keerom, Kanisius Kango, S.Sos., Waket III DPRK Keerom, Jackob Mekawa, Kapolres Keerom, AKBP. Astoto Budi R, S.H.S.I.K.,M.H.

Kepala BKPSDM Kabupaten Keerom, Angelo dalam laporannya menjelaskan bahwa total pelamar yang melamar di PPPK Tahap II Tahun 2024 sebanyak 575 orang, sedangkan yang lulus administrasi dan masa sanggah sebanyak 310 pelamar.

Ada pun Formasi yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk pemkab Keerom sebanyak 331 yang dibagi ke 3 jenis Formasih.

PPPK Guru sebanyak 81 formasih, PPPK Tenaga Kesehatan sebanyak 150 formasih dan PPPK  Teknis sebanyak 100 formasih.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional IX BKN Jayapura, Nur Hasan menuturkan seleksi Kompetensi PPPK tersebut sepenuhnya ditentukan oleh pelamar, tidak ada yang bisa mengintervensi hasil ujian.

” ujian ini by system, tidak ada yang bisa mengintervensi, setelah ujian hasil sudah bisa langsung di lihat”, ungkapnya.

Untuk itu ia berpesan agar para pelamar belajar sungguh-sungguh untuk mendapatkan nilai yang diharapkan.

Kesempatan yang sama, Bupati Piter Gusbager mengingatkan Kepada calon pegawai bahwa menjadi ASN bukan panggilan untuk menjadi orang kaya, tetapi menjadi hamba-hamba yang setia, taat dan jujur untuk melayani.

” Tujuan menjadi ASN ialah untuk merubah nasibmu, tetapi lebih dari pada itu menjadi pelayan yang setia bagi bangsa dan negara dan kepada Tuhan yang paling penting”, ungkapnya.

Ia menyayangkan karena ada pegawai Keerom yang tidak setia kepada pekerjaannya, hanya menutut hak tetapi  kewajibannya tidak dijalankan.

” Saya ingin pegawai hari ini bertransformasih, bicara kewajiban dulu baru bicara hak, berkorban dulu baru mendapatkan hasil”, ungkapnya.

Di moment itu, ia berharap para Guru benar-benar mengabdikan diri di sekolah, berada di tempat tugas dan menjadi guru yang teladan mendidik anak-anak.

Kepada para Nakes, ia pun berpesan agar utamakan pelayanan kepada pasien, menyelamatkan pasien terlebih dahulu dan  jangan mempersulit pasien.(nic)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *